Titik Fokus
- Pengertian Takwa
- Dalil tentang Takwa
- Isi Kandungan Q.S. al-Baqarah/2 : 1-5; Q.S. Ali 'Imran/3 : 102 dan hadits terkait tentang takwa
- Cara meningkatkan Takwa kepada Allah Swt.
- Hikmah dan Alasan Bertakwa Kepada Allah Swt.
- Hukum Tajwid tentang bacaan Ghunnah Beserta Contohnya
A. Pengertian Bertakwa secara Bahasa dan Istilah
B. Dalil Naqli dan Aqli tentang Takwa Kepada Allah Swt
a) Dalil Naqli Q.S. al-Baqarah/2 : 1-5
Alif Laam miim. Beberapa surah dalam Al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti Alif Laam miim, Alif Laam Raa , dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah Swt, yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa Arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an. Inilah Kitab yang sempurna dan penuh keagungan, yaitu Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada Nabi Muhammad saw, tidak ada keraguan padanya tentang kebenaran apa-apa yang terkandung di dalamnya, dan orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi keraguan bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah Swt, karena sangat jelas kebenarannya. Al-Qur'an juga menjadi petunjuk yang sempurna bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima kebenaran dengan bertakwa, yaitu mengikuti segala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya agar terhindar dari siksa Allah Swt. Meski petunjuk Al-Qur'an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, hanya orang-orang bertakwa saja yang siap dan mampu mengambil manfaat darinya.
Inilah Kitab yang sempurna dan penuh keagungan, yaitu Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada Nabi Muhammad saw, tidak ada keraguan padanya tentang kebenaran apa-apa yang terkandung di dalamnya, dan orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi keraguan bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah Swt, karena sangat jelas kebenarannya. Al-Qur'an juga menjadi petunjuk yang sempurna bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima kebenaran dengan bertakwa, yaitu mengikuti segala perintah Allah Swt, dan menjauhi segala larangan-Nya agar terhindar dari siksa Allah Swt. Meski petunjuk Al-Qur'an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, hanya orang-orang bertakwa saja yang siap dan mampu mengambil manfaat darinya. Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang beriman kepada hal-hal yang gaib, yang tidak tampak dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan indra mereka, seperti Allah Swt, malaikat, surga, neraka, dan lainnya yang diberitakan oleh Allah Swt, dan Rasul-Nya. Pada saat yang sama, sebagai bukti keimanan itu, mereka beribadah kepada Allah Swt, dengan melaksanakan salat, secara sempurna berdasarkan tuntunan Allah Swt, dan Rasul-Nya, khusyuk serta memperhatikan waktu-waktunya, dan mereka juga menginfakkan di jalan kebaikan sebagian rezeki berupa harta, ilmu, kesehatan, kekuasaan, dan hal-hal lainnya yang bermanfaat yang Kami berikan kepada mereka, semata-mata sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt, dan mencari keridaan-Nya.
Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang beriman kepada hal-hal yang gaib, yang tidak tampak dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan indra mereka, seperti Allah Swt, malaikat, surga, neraka, dan lainnya yang diberitakan oleh Allah Swt, dan Rasul-Nya. Pada saat yang sama, sebagai bukti keimanan itu, mereka beribadah kepada Allah Swt, dengan melaksanakan salat, secara sempurna berdasarkan tuntunan Allah Swt, dan Rasul-Nya, khusyuk serta memperhatikan waktu-waktunya, dan mereka juga menginfakkan di jalan kebaikan sebagian rezeki berupa harta, ilmu, kesehatan, kekuasaan, dan hal-hal lainnya yang bermanfaat yang Kami berikan kepada mereka, semata-mata sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt, dan mencari keridaan-Nya. Dan ciri-ciri lainnya dari orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan dari Allah Swt, kepadamu, wahai Nabi Muhammad saw, berupa Al-Qur'an dan adz-dzikr (hadis), dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Suhuf-suhuf (lembaran-lembaran) yang tidak seperti Kitab, dengan tidak membeda-bedakannya, sebab risalah Allah Swt, pada mulanya satu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan di akhirat setelah kehidupan di dunia ini, dengan penuh keyakinan di dalam hati yang dibuktikan secara lisan dan perbuatan.
Dan ciri-ciri lainnya dari orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada apa-apa yang diturunkan dari Allah Swt, kepadamu, wahai Nabi Muhammad saw, berupa Al-Qur'an dan adz-dzikr (hadis), dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Suhuf-suhuf (lembaran-lembaran) yang tidak seperti Kitab, dengan tidak membeda-bedakannya, sebab risalah Allah Swt, pada mulanya satu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan di akhirat setelah kehidupan di dunia ini, dengan penuh keyakinan di dalam hati yang dibuktikan secara lisan dan perbuatan. Mereka yang mempunyai ciri-ciri sebagaimana disebutkan itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, berada pada posisi yang sangat mulia dan agung, sebab mereka menaati semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, dan hanya mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga dan terbebas dari neraka.
Mereka yang mempunyai ciri-ciri sebagaimana
disebutkan itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, berada pada posisi yang
sangat mulia dan agung, sebab mereka menaati semua perintah dan menjauhi segala
larangan-Nya, dan hanya mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh apa
yang mereka inginkan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan hidup di
akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga dan terbebas dari neraka.
Sebagai kebalikan dari sikap orang mukmin terhadap Al-Qur'an, sesungguhnya orang-orang kafir yang menutupi hati dan akal pikiran mereka dari kebenaran karena enggan dan sombong, tidak akan memenuhi seruan Allah Swt, dan Rasul-Nya. Sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan, berupa ancaman siksa dari Tuhanmu, atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman sebab mereka lebih memilih jalan kebatilan.
Ringkasan
"Alif Lâm
Mîm. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat,
dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka
yang beriman kepada kitab yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang
telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yakin akan adanya akhirat. Mereka
itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung."
Q.S. Ali 'Imran/3 : 102
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt, dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."
b) Dalil Aqli
(Hadis) :
Berikut ini hadits tentang Taqwa,
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda: "Bertakwalah kepada Allah Swt, di mana saja kamu berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya, serta bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi)
c) Penjelasan Isi Kandungan Dalil tentang Takwa Allah Swt
Q.S. al-Baqarah/2 : 1-5 :Ayat ini menjelaskan bahwa sifat orang bertakwa meliputi :
1. Beriman kepada yang gaib, seperti Allah Swt, malaikat, surga, dan neraka.
2. Melaksanakan salat sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah Swt.
3. Berinfak dari rezeki yang Allah Swt berikan, baik berupa harta maupun tenaga.
4. Meyakini kebenaran kitab-kitab Allah Swt, baik Al-Qur'an maupun kitab sebelumnya.
5. Meyakini adanya kehidupan akhirat.
Q.S. Ali 'Imran/3 : 102 :
Ayat ini mengajarkan pentingnya menjalankan takwa secara sempurna dengan mengabdikan seluruh hidup untuk Allah Swt dan menjaga keislaman hingga akhir hayat.
Hadis Riwayat At-Tirmidzi :
Rasulullah saw. menekankan bahwa takwa bukan hanya dalam bentuk ritual ibadah, tetapi juga mencakup sikap dan perilaku sehari-hari, seperti berakhlak baik kepada sesama.
C. Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Swt
1. Memperbanyak Ibadah Wajib dan Sunnah
- Menjaga salat wajib lima waktu.
- Memperbanyak salat sunnah, seperti tahajud, dhuha dan salat sunnah lainnya.
- Membaca dan memahami isi Al-Qur'an.
- Mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
- Memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
- Berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
- Berbuat baik kepada sesama manusia.
- Menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
- Menjalin persahabatan dengan orang-orang yang taat beragama.
- Mengikuti majelis ilmu yang meningkatkan keimanan.
D. Hikmah dan Alasan Harus Bertakwa Kepada Allah Swt
- Mendapatkan Ketenangan Jiwa : Orang yang bertakwa kepada Allah Swt akan merasakan kedamaian karena selalu merasa dekat dengan Allah Swt.
- Petunjuk Hidup : Takwa menjadi kompas dalam menghadapi tantangan kehidupan.
- Keberkahan Rezeki : Allah Swt menjanjikan keberkahan bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-A'raf: 96).
- Keselamatan di Akhirat : Takwa menjadi bekal utama untuk meraih surga.
- Kebaikan Dunia dan Akhirat : Dengan bertakwa, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
E. Pengertian Hukum Tajwid Ghunnah Beserta Contohnya
Pengertian Ghunnah : Ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari rongga hidung ketika membaca huruf-huruf tertentu. Ghunnah terjadi pada huruf mim (Ù…) dan nun (Ù†) dalam keadaan tasydid (ّ) atau ketika terdapat hukum ikhfa'.Contoh Hukum Ghunnah
1. Idgham Bighunnah :

Bacaan: min ya’mal
Penjelasan: Nun mati bertemu dengan huruf ya, sehingga terjadi dengung.
Bacaan : an ta’lamu
Penjelasan : Nun mati bertemu dengan huruf ta, sehingga terjadi dengung dengan samar.
Bacaan : lam yalid wa lam yuulad
Penjelasan : Mim mati bertemu dengan mim, sehingga terjadi dengung.
Catatan : Untuk Materi Tambahan Titik Fokus hal 128 s.d 139 Buku Pendamping Siswa Kelas 7 & Buku Pendamping Siswa Kelas 8 Kurikulum Merdeka cetakan tahun 2021
Sumber
Referensi :
- Al-Qur'an dan Terjemahannya.
- Hadis Shahih (HR. Tirmidzi, Bukhari, Muslim).
- Kitab "Tafsir Ibnu Katsir".
- Buku "Ilmu Tajwid Lengkap" karya Muhammad Mahmud.
- Modul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 Kurikulum Merdeka.






